Cerita Ruben Onsu Usai Berobat ke Singapura, Tak Ingin Bebani Orang hingga Pasrah: Tuhan Tolong Saya

Ruben Onsu menceritakan terkait penyakit dan pengobatan yang kini dijalaninya. Diketahui, Ruben Onsu mengidap Empty Sella Syndrome hingga dirinya berobat ke Singapura beberapa waktu lalu. Dalam cuplikan wawancara dengan Irfan Hakim yang dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Minggu (31/7/2022), Ruben Onsu mengaku tak ingin membebani banyak orang atas penyakitnya.

"Jadi gua tidak mau ngebebanin banyak orang, gua tidak mau ngebebanin banyak pikiran orang lain gitu," tutur Ruben Onsu. "Kemarin ke Singapore ngapain?" tanya Irfan. "Ke spesialis darah," jawab Ruben Onsu.

"Kenapa dengan darahnya?" Irfan penasaran. Ruben Onsu mengaku saat ke Singapura, darahnya dicek. "Ya kenapa darahnya terus berkurang?" jelas Ruben Onsu.

Ruben Onsu secara tak langsung menantikan cerita hidupnya di kemudian hari yang ia jalani dengan bahagia. "Setiap hari gua selalu 'Besok apalagi cerita untuk gua ya?'" "Gua selalu ngelakuin hidup gua ya gua happy life aja, gua happy hidup gua aja gitu," ucap Ruben Onsu.

Kondisinya saat ini membuat Ruben Onsu hanya pasrah dan meminta pertolongan dari sang pencipta. "Nggak nyampe itungan 10 deh, ya udah pikiran gua." "Udah, gua pasrah, pada saat itu gua cuman bilang 'Tuhan tolong saya'," ungkap Ruben Onsu.

Ruben Onsu tak ingin memikirkan hal hal yang membuat tubuhnya menjadi drop. Bahkan, seringnya pemeriksaan membuat dirinya merasa sangat bosan. "Di kondisi kami yang sekarang ini memang harus mengalihkan untuk tidak terus kepikiran."

"Yang tadinya si obat bisa berkembang dengan bagus, karena imunnya terus turun jadinya nggak bagus." "Sejujurnya aku pernah berada di taraf yang bosen banget," tuturnya. "Sampai kayak sebel ngeliat jarum gitu ya," timpal Sarwendah.

"Sebel banget," sahut Ruben. Ruben mengaku bahwa aktivitasnya dan interaksinya bersama teman teman membuat dirinya menjadi lebih rileks. "Biarkan saya beraktivitas, saya bertemu dengan temen temen, itu buat saya lebih rileks."

"Saya bertemu temen temen jauh lebih tenang," ujarnya. Di sisi lain, Ruben berjuang bersama Sarwendah yang juga tengah sakit. "Saya bilang sama istri saya 'Saya akan jalani apa yang buat saya happy '."

"Dia juga harus singkirkan yang membuat jadi beban pikirannya dia karena dia lagi berjuang dengan dirinya juga, saya lagi berjuang." "Tapi kalau kita lagi sama sama gini, dia lagi nyari seneng dirinya, saya lagi nyari seneng dengan diri saya sendiri," tambah Ruben. Kendati tengah berjuang dengan penyakitnya, Ruben tidak merasa terbebani.

Ia justru merasa terbebani jika dirinya memikirkan hal hal yang membuatnya terpuruk hingga sakit. "Kalau beban, enggak, karena selama saya bisa melakukan aktivitas, itu semua nggak akan jadi beban buat saya." "Tapi yang harus saya pikirkan itu adalah kalau seandainya saya terus terpuruk, saya terus memikirkan hal yang buat saya bikin jatuh sakit."

"Akhirnya itu membuat jadi beban," ucap Ruben. Ruben tetap memprioritaskan istri dan anaknya. Di sisi lain, Sarwendah mengaku bahwa mereka giat bekerja lantaran membutuhkan biaya cukup besar.

"Jadi bukannya kita memforsir 'Kenapa sih harus kerja banget?'" "Ya nggak muluk muluk, emang sakit kan butuh biaya juga ya Yah ya." "Kalau pun kata orang ada asuransi, ada apa, tapi kan tetep ke mana ke mana butuh biaya gitu," ujarnya.

Namun, penyakit yang mereka derita justru membuat semangat dalam menjalani keseharian. "Tapi itu salah satu yang membuat kita juga lebih semangat untuk melewati hari hari semuanya," tutup Sarwendah. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.